Wisata di Daerah Sumatera Utara

Keindahan Alam Sumatera Utara sangat cocok dinikmati untuk menghilangkan penat agar pikiran kembali rileks untuk bekerja

Konten Informasi

Kamu bisa mendapat informasi yang tidak kamu duga pernah ada

Wisata Mancaneggara

Disini kamu dapat menemukan lokasi wisata menyenangkan jika kamu berniat ke mancanegara

Lokasi Wisata Indonesia Bagian Tengah

Pelajari terlebih dahulu lokasi yang akan kamu datangi jika kamu hendak berwisata di Indonesia Bagian Tengah

Tips dan Berita seputar Tujuan Wisata

Kamu dapat menemukan Tips dan Trik seputar wisata serta berita yang berhubungan dengan wisata

Custom Search
Showing posts with label papua. Show all posts
Showing posts with label papua. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

Asyiknya Menyelam di Perairan Pulau Mansinam

Menyelam di Pulau Mansinam di Kabupaten Manokwari, ibu kota Papua Barat
Adakah tempat menyelam yang lebih indah dari Raja Ampat di Papua Barat? Oh...masih banyak, jangan khawatir, masih ada puluhan. Provinsi ini menyiapkan lahan mahaluas untuk dinikmati keindahannya. Sebut misalnya, Kaimana atau Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC).

Namun kalau Anda seorang pencinta laut atau penyelam, Papua Barat juga memberikan hidangan alam bawah laut yang aduhai menggiurkan. Satu di antaranya Pulau Mansinam di Kabupaten Manokwari, ibu kota Papua Barat.

Bila dibandingkan dengan Raja Ampat, pulau ini hanya kalah pamor di pemberitaan media massa. Namun jika disetarakan soal keindahan bawah lautnya, Pulau Mansinam tak kalah menarik.

Mari kita tengok keunggulan pulau seluas 410 hektare yang terletak di Teluk Doreh ini. Untuk menuju ke pulau ini, setelah pelancong turun dari pesawat di Bandar Udara Rendani yang berjarak enam kilometer dari Kota Manokwari, wisatawan dapat menyewa perahu tradisional atau long boat dengan bayaran Rp 15 ribu dari Pantai Kwawi.

Ketika tiba di Pulau Mansinam, turis domestik maupun mancanegara pertama kali bakal melihat Gereja Pengharapan (Krek der Hopen), dipercaya sebagai tempat peribadatan umat Kristiani tertua di Papua. Gereja ini didirikan pada 5 Februari 1855 oleh pengabar Injil asal Jerman, C.W. Ottow dan Johann Gottlob Geissler saat menginjakkan kakinya di Pulau Mansinam.

Bagi penyuka laut, Pulau Mansinam sangat pas. Betapa tidak, kendati pelancong tak memiliki keterampilan diving (menyelam), boleh mencoba menikmati alam bawah laut dengan cara snorkling alias berenang di atas permukaan laut menggunakan masker, snorkel, dan fin (kaki katak). Tetapi kalau belum puas dan Anda memiliki sertifikat menyelam, silakan selami keelokan Pulau Mansinam.

Di sini, saat divers menyelam akan bertemu dengan aneka ikan laut warna-warni, kuda laut loncat-loncat, dan beragam jenis terumbu karang. Semua pemandangan elok itu bisa dilihat di kedalaman hanya lima meter dari permukaan laut.

Tak cukup? Di Pulau Mansinam tersedia pula shipwreck alias bangkai kapal laut yang diyakini oleh penduduk setempat milik tentara Jepang yang ditembak jatuh oleh pasukan sekutu pada Perang Dunia II. Shipwreck biasanya menjadi obyek menyelam paling menarik bagi para penyelam.

"Bangkai kapal ini milik Jepang yang jatuh pada Perang Dunia II," kata Mulyadi, seorang penyelam di Manokwari yang sekaligus menjadi buddy Tempo ketika menyelam di pulau ini, Juni lalu.

Seluruh badan bangkai kapal yang karam di kedalaman 20 meter ini sudah tak utuh lagi, kendati bentuk kapal masih jelas. Beberapa bagian terkoyak entah karena tembakan senjata pasukan sekutu atau sebab lain. Tapi yang jelas, shipwreck ini telah ditumbuhi aneka tanaman laut dan terumbu karang. Saat Tempo mencoba menyelam dan mengelilingi sekujur tubuh kapal, aduh.....indah sekali. "Aneka ikan warna-warni bermain di terumbu karang yang tumbuh di atas dek kapal."

Hayuukkk…., luangkan waktu untuk bermain-main dan menyelam di Pulau Mansinam. Anda tak perlu repot-repot bawa perlengkapan diving. Kantor Taman Nasional Teluk Cendrawasih dan PMI Manokwari siap membantu menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan sekaligus menjadi pemandu. Bila tak cukup, Tempo siap menemani Anda menyelam.

Tuesday, June 14, 2011

Wisata Bahari Raja Ampat

Kabupaten Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 wisata menyelam terbaik di dunia.

Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia.

"Kita ingin memperkenalkan Raja Ampat ke dunia. Wisata bahari Raja Ampat mempunyai potensi dan peluang menjadi yang utama dalam pentas dunia," kata Bupati Raja Ampat Marcus Wanma saat pembukaan Pusat Informasi Wisata Raja Ampat di Jl By Pass Sanur, Denpasar, Kamis (15/4/2010).

Untuk memperkenalkannya ke dunia, Raja Ampat membuka pusat informasi di Bali. Alasannya, Bali sebagai destinasi utama kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

"Melalui Bali kita memperkenalkan dan mengundang investor dunia ke Raja Ampat," kata Marcus. Kabupaten Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 wisata menyelam terbaik di dunia. Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di
dunia. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati,Batanta, dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau, hanya 35 pulau yang berpenghuni. Pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. 

Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut. Demikian juga untuk menjangkau Waisai, ibu kota kabupaten. Bila menggunakan pesawat udara, lebih dulu menuju Kota Sorong. Setelah itu, dari Sorong perjalanan ke Waisai dilanjutkan dengan transportasi laut. Sarana yang tersedia adalah kapal cepat berkapasitas 10, 15, atau 30 orang. Dengan biaya sekitar Rp. 2 juta, Waisai dapat dijangkau dalam waktu 1,5 hingga dua jam.

Raja Ampat adalah kabupaten baru di Indonesia. Wilayah yang terletak terpencil di Papua Barat ini baru berusia tujuh tahun. Bahkan, infrastrukturnya belum memadai. Untuk mencapai Raja Ampat, wisatawan harus terbang ke Sorong kemudian menyusuri laut sejauh 71 km untuk tiba di Raja Ampat.



Meskipun masih berusia dini, Raja Ampat mampu menyedot wisatawan mancanegara sebanyak 5 ribu orang per tahun pada 2009. Targetnya, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6 ribu di tahun 2010.

Random Post