Wisata di Daerah Sumatera Utara

Keindahan Alam Sumatera Utara sangat cocok dinikmati untuk menghilangkan penat agar pikiran kembali rileks untuk bekerja

Konten Informasi

Kamu bisa mendapat informasi yang tidak kamu duga pernah ada

Wisata Mancaneggara

Disini kamu dapat menemukan lokasi wisata menyenangkan jika kamu berniat ke mancanegara

Lokasi Wisata Indonesia Bagian Tengah

Pelajari terlebih dahulu lokasi yang akan kamu datangi jika kamu hendak berwisata di Indonesia Bagian Tengah

Tips dan Berita seputar Tujuan Wisata

Kamu dapat menemukan Tips dan Trik seputar wisata serta berita yang berhubungan dengan wisata

Custom Search
Showing posts with label tengah. Show all posts
Showing posts with label tengah. Show all posts

Monday, February 13, 2012

Bagaimana Menjangkau 5 Pantai Tersembunyi di Bali?

Bali tidak hanya punya Pantai Kuta atau Sanur. Pulau Dewata itu juga punya deretan pantai lainnya yang belum terjamah banyak turis. Ingin tahu pantai apa saja yang tersembunyi itu, ini dia jawabannya.

1. Pantai Balangan
Berbeda dengan Dreamland yang dikuasai resor, Pantai Balangan diramaikan dengan warung milik warga sekitar yang menyajikan mi instan dan bir lokal. Untuk penginapan, Balangan menyediakan pondokan murah tanpa pendingin ruangan.

Bentangan pasir putih dengan deru ombak yang tidak terlalu deras membuat Balangan cocok bagi peselancar pemula. Apalagi Balangan menyediakan sekolah selancar dengan sejumlah instruktur yang akan mendampingi Anda bermain di atas ombak.

Bagi Anda yang tidak berani berselancar, bisa menghabiskan waktu dengan membangun istana pasir atau bermalas-malasan di atas kasur gantung. Namun Anda harus menyediakan alas kaki bila ingin menyusuri karang. Sebab dasar karang yang tajam dan berlumut membuatnya licin dan berbahaya.

Untuk sampai ke sana, Anda bisa melewati jalur Ngurah Rai menuju Nusa Dua. Kemudian arahkan kendaraan ke Uluwatu, lalu belok kanan. Setelah 10 menit, Anda akan menemukan petunjuk arah menuju Balangan.




2. Pantai Geger
Untuk para pencari sinar matahari yang ingin berjemur, pantai ini sangat cocok. Dengan menyewa kursi geladak seharga Rp 20 ribu, Anda bisa berjemur seharian. Bahkan Anda diizinkan membuka pakaian bagian atas alias topless.

Di Pantai Geger, Anda akan menemukan air berwarna hijau-biru yang berkilauan. Ombak yang tenang dan bergulir lembut juga menggoda untuk berenang.

Dan jika Anda menyukai olahraga, pasir tebal serta lembut yang telah dikeraskan bisa menjadi lapangan bola voli pantai. Di jam tertentu, Anda juga bisa melihat petani rumput laut memanen tumbuhan itu.

Meski tersedia restoran lokal, tidak sedikit pedagang yang menjajakan penganan di pantai dengan harga bersahabat dan bisa ditawar.

Lokasi Pantai Geger yang hanya lima menit dari lapangan golf Nusa Dua, di samping St Regis Nusa Dua Resor, membuatnya mudah dikunjungi.



3. Pantai Bias Tunggal
Dikenal juga dengan sebutan Pantai Kecil, tempat ini relatif sepi pengunjung. Kecuali bagi mereka para penjelajah alam.

Pantai Bias Tunggal berada dekat Pantai Bai. Untuk mencapainya, Anda harus menyusuri jalan berbatu sejauh 500 meter. Dan saat Anda sampai ke sana, air berwarna biru kehijauan dengan lambaian pohon kelapa akan menyambut.

Di sana pun Anda bisa menyaksikan lalu lintas perahu di Padang Bai yang akan atau dari Lombok serta Kepulauan Gili. Untuk mencapainya, Anda harus pergi ke terminal feri Padang Bai. Dari sana, jalan ke arah timur, melewati bukit, hingga menemukan sebuah teluk.

Ke Bali, Jangan Lupa Mampir di Pasar Seni Sukowati

Kabupaten Gianyar adalah tetangga sebelah timur dari Kota Denpasar, berjarak sekitar 25 kilometer. Banyak pekerja seni di daerah ini, mulai dari tari, ukir kayu dan perak. Seiring berkembangnya industri pariwisata, ada kawasan Sukawati yang semakin menampilkan sebagai pusat pasar seni di Bali.

Bukan hanya satu pasar seni di sana. Ada empat pasar seni yang tumbuh berkembang menjadi obyek kunjungan wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Bali. Walaupun di kawasan wisata pantai Kuta atau Denpasar, barang-barang kerajinan bisa didapatkan di berbagai tempat, tetapi belum lengkap rasanya bila perjalanan liburan di Bali tidak mendatangi Sukawati.

Terbukti, ratusan bus antar kota antar pulau yang membawa rombongan wisatawan nusantara maupun mancanegara yang datang dan pergi silih berganti. Pemandangan hiruk-pikuk itu juga tampak pada kemarin siang, di Pasar Seni III Cemenggoan Celuk Sukawati. Begitu para penumpang bus turun di tempat parkir yang berada di depan kios-kios, langsung disambut riuh rendah para pedagang. "Mari Pak lihat-lihat dulu," kata mereka. Pedagang tidak memaksa, tetapi ujung-ujungnya pedagang sangat pandai merayu agar pengunjung membeli dagangannya.

Oh ya, empat pasar seni ini tersebar di sejumlah tempat, tetapi semuanya masih berada di Kecamatan Sukawati. Ada dua pasar seni di pusat Kecamatan Sukawati. Yaitu Pasar Seni I dan Pasar Seni IV. Pasar III ada di Cemenggoan dan Pasar II di Guang.

Di Pasar Seni III ada 200 kios pedagang, utamanya yang menjual pakaian bermerek Bali. Rata-rata setiap pedagang memiliki satu meja yang berukuran 140 senti lebar 40 seniti. Barang dagangannya berupa pakaian pria maupun wanita, termasuk untuk anak-anak. Ada kaos gambar barong, kaos motif batik Bali atau kaos yang berisi kata-kata.

Tidak kalah dengan kaos Dagadu dari Yogya atau Joger di Kuta, kaos kata-kata tersebut di antaranya berisi tulisan yang bersifat promotif, seperti `Rahasia orang sukses adalah berlibur dan istirahat sebentar di Bali`, dan `Berlibur di Bali dapat menyehatkan pikiran dan membangkitkan semangat baru`.

Ada lagi kaos yang berisi tulisan gurauan, antara lainyn `Semakin banyak belajar semakin banyak yang kita tahu`, `Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa`, `Semakin banyak yang kita lupa semakin sedikit yang kita tahu. Jadi... kenapa kita sibuk belajar?`

Berapa harga kaos Sukawati itu ? Bisa disebut murah. Berbahan katun atau krayon. Karena selembar kaos rata-rata hanya Rp15 ribu. Untuk yang motif batik lebih mahal, Rp20 ribu. "Kalau motif batik ini beda harganya pak," kata Dewi, salah satu pedagang.

Sedangkan celana pendek khas Bali yang di antaranya motif kembang-kembang ala Hawai dijual Rp25 ribu. Untuk selembar rok dres mulai dari harga Rp25 ribu, Rp35 ribu hingga Rp45 ribu. Dewi juga menjual barang cinderamata asesoris berupa gelang-gelang kerajinan, ada juga asbak atau patung topeng. Untuk asesoris ini, pedagang lainnya, Wayan Sari, menjual gelang mulai dari harga Rp5 ribu hingga 7.500.

Boleh dikata, bisnis pakain jadi di pasar seni Sukowati cukup menjanjikan. Wayan Radu, 32 tahun, misalnya, mengaku mulai berdagang di Pasar Seni II di Guang sejak 2009. Ia kini hanya berdagang pakaian tanpa menjual asesoris karena perpuran uang bisnis pakaian jadi lebih cepat. Awalnya ia hanya menjual cinderamata kerajinan. Selain menjual eceran, kini ia juga melayani sesama pedagang  yang memerlukan baju-baju motif barong. "Banyak orang cari kaos barong," katanya kepada Tempo. Untuk penjualan ke pedagang lain, Wayan hanya mengutip untung Rp500 per lembar baju.

Sunday, February 12, 2012

Menengok Desa Tradisional Panglipuran di Bali

Unik. Itulah satu kata yang dapat menggambarkan Desa Penglipuran, Bangli. Bangunan khas Bali berjajar sepanjang lebih dari 500 meter. Jalanan desa yang sempit dan berundak-undak dilengkapi pintu gerbang yang tampak seragam. Tidak satu pun kendaraan bermotor boleh melintas di sini.

Desa adat Penglipuran merupakan salah satu dari sekian desa tradisional Bali yang sampai saat ini masih tetap dijaga keutuhannya. Nama penglipuran sendiri memiliki dua definisi. Pertama, penglipuran berasal dari kata penglipur yang berarti penghibur. Definisi lainnya menyebutkan penglipuran berasal dari kata pengling dan pura yang berarti ingat pada tanah leluhur.

Keseragaman pintu gerbang yang biasa disebut angkul-angkul itu memiliki daya tarik tersendiri. Tradisi keseragaman ini adalah simbol kebersamaan yang sudah ditanamkan sejak lama oleh nenek moyang masyarakat Penglipuran. Dalam tatanan bentuk dan letak rumah di masing-masing keluarga, masyarakat Penglipuran masih menaatinya.

Menurut tata ruang yang sebenarnya, rumah tradisional Bali terdiri dari tiga bagian utama. “Bangunan rumah umumnya sama seperti daerah lainnya, tetap menggunakan asta kosala kosali, ada tempat suci di bagian utara, kemudian dapur, lalu ada bale dangin dan bale dauh atau logi,” ucap I Wayan Supat, Kepala Desa Adat Penglipuran.

Pola hidup masyarakat Penglipuran masih memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan leluhur mereka. Sebuah rumah contoh terdapat di sisi kanan pintu masuk Penglipuran. Rumah inilah yang menjadi acuan tatanan rumah kuno Penglipuran yang masih terjaga sampai saat ini.

Keunikan lainnya terlihat pada tatanan palemahan desa. Palemahan desa yang teratur dengan tempat suci pada hulu desa dan berada pada daerah yang lebih tinggi sesuai dengan manfaatnya untuk ketuhanan. Sedangkan pada bagian yang lebih rendah, berdiri sekitar 76 bangunan yang masih memiliki arsitektur yang sama dengan keunikan pintu angkul-angkul yang berbentuk sama di sisi barat dan timur.

Pada bagian hilir terdapat satu kavling tanah kosong yang disebut karang madu. Tempat ini akan digunakan jika nantinya ada orang Penglipuran yang melakukan poligami. Kearifan inilah yang diajarkan oleh nenek moyang mereka untuk menghormati perempuan.

Sistem pemakaman jenazah di Penglipuran pun tidak seperti Bali pada umumnya. Jika laki-laki yang meninggal dunia, saat pemakaman jenazahnya akan dikuburkan dalam posisi telungkup atau menghadap tanah. Sebaliknya jika seorang wanita yang meninggal dunia, jenazahnya akan dikuburkan dengan posisi tengadah atau menghadap langit. Tradisi ini sesuai dengan makna seorang laki-laki yang dilambangkan sebagai akasa (langit) dan wanita sebagai pertiwi (Bumi)

Geotrek Rinjani Masuk 15 Destinasi Unggulan

Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kawasan Geotrek Rinjani bakal jadi satu dari 15 unggulan destinasi pariwisata ke Indonesia. Boleh jadi karena keperluan pengusulan sebagai Geopark Rinjani, pemerintah meminta dilakukan penguatan kelembagaan.

Salah satunya, menurut pejabat fungsional Museum Geologi Bandung Heryadi Rachmat, pemerintah akan menjadikan Rinjani Trek Management Board (RTMB) sebagai contoh lembaga pengelola kawasan Taman Wisata Alam di Indonesia.

RTMB merupakan gabungan kemitraan dari Taman Nasional Gunung Rinjani, industri pariwisata dan masyarakat setempat. Di dua lembah Rinjani, yaitu masing-masing dibentuk kelembagaan Rinjani Trek Centre (RTC) di Senaru dan Rinjani Information Centre (KI) di Sembalun Lawang. "Ini akan menjadi contoh pengelolaan kawasan wisata di Indonesia," kata Heryadi Rachmat kepada Tempo, Jumat, 25 November 2011.

Selesai mengikuti pameran World Nature and Cultural Heritage selama tiga hari, 22-25 November di Bali, Manajer RTMB Asmuni di Mataram juga menjelaskan bahwa selama ini juga telah dibentuk Koperasi Citra Wisata di Senaru yang memiliki lebih 170 porter sebagai anggotanya.

Selain itu, di Sembalun juga terbentuk Koperasi Sinar Rinjani yang anggotanya 150-an orang. "Di situ juga ada pembekalan mengenai vulkanologi dan geologi. Bukan sekedar informasi ketinggian gunung saja,’’ ujarnya. Selama ini kurang pengetahuannya tentang kegunungapian Rinjani.

Seperti diketahui, terkenalnya keindahan Danau Kaldera Segara Anak telah menyebar ke mancanegara. Ramainya peminat pendakian telah menjadikan Gunung Rinjani, yang merupakan taman nasional, harus dikelola dengan lebih baik.

Dengan terbentuknya RTMB yang sebenarnya merupakan forum kepedulian dari berbagai pemangku kepentingan atas Rinjani, yaitu pihak TNGR sendiri, Dinas Pertambangan dan Energi serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), asosiasi pemandu wisata, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, klub-klub pencinta alam, serta masyarakat lokal yang telah turun-temurun mendiami kaki dan lereng bawah Gunung Rinjani, maka pengelolaan trekking ke Gunung Rinjani akan lebih terkoordinasi.

Gunung Rinjani (+ 3.726 m di atas permukaan laut) di Pulau Lombok adalah salah satu gunung api aktif itu. Gunung api yang menjadi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci (+ 3.805 m dpl) di Jambi-Sumatera Barat, merupakan gunung api indah dan tergolong mempunyai Danau Kaldera yang langka.

Selama pengelolaannya, Rinjani telah mengantongi dua penghargaan, yaitu World Legacy Award untuk kategori Destination Stewardship dari Conservation International and National Geographic Traveler 2004 dan Tourism for Tomorrow Award pada 2007 lalu.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) diminta menyusul memberikan dukungan untuk mengajukan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai geopark. Setelah Batur Geopark dan Pacitan Geopark didaftarkan ke UNESCO Global Network of National Geoparks, Indonesia juga mengusulkan Marangin di Jambi.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan dan Parwisata sudah memberikan dukungan usulan Batur Geopark dan Pacitan Geopark ke Global Earth Observation Section, Division of Ecological Correlation and Earth Sciences UNESCO-International Geological Programme (IGCP). Persyaratannya harus mengisi formulir khusus, memberi narasi, dan self-evaluation.

Geopark adalah salah satu destinasi geowisata (geotourism). Kecenderungan dunia untuk mengkonservasi warisan budaya dan alamnya menjadi landasan mengapa geopark harus terbentuk. Pentingnya status geopark adalah untuk bisa meningkatkan pertumbuhan kepariwisataannya.

Jaringan 53 geopark yang ada sekarang ini di seluruh dunia mendapat perhatian penuh UNESCO, terutama dalam bantuan penanganannya, serta secara otomatis akan terdaftar sebagai destinasi geowisata dunia.

Dalam rangka penyusunan data dan informasi untuk pengajuan Rinjani sebagai geopark, maka telah dilakukan observasi geologis di Gunung Rinjani dan sekitarnya. Observasi dilakukan oleh empat ahli geologi, yaitu Heryadi Rahmat dan Kun Dwi Santoso (Dinas Pertambangan dan Energi NTB), Igan S. Sutawijaya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, dan Budi Brahmantyo (Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, ITB).

Obyek-obyek yang diobservasi meliputi beberapa air terjun yang berada di kaki Gunung Rinjani serta pelaksanaaan trekking dari Senaru, naik ke Plawangan, menuruni Danau Segara Anak, naik kembali ke Plawangan Sembalun, dan turun ke arah Sembalun.

Tuesday, June 14, 2011

Komodo - Biawak Terbesar Di Dunia

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Sejarah
Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com
Komodo adalah hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara. Pulau yang paling banyak ditempati komodo ini diberi nama sesuai dengan nama hewan ini saat ditemukan pada 1910, yakni Pulau Komodo (Komodo Island).

Kadal-kadal raksasa ini termasuk hewan yang nyaris punah dengan jumlah populasi di alam liar kurang dari 4.000 ekor. Untuk melindungi komodo, pada 1980 disepakati untuk membentuk kawasan konservasi dalam bentuk Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Sebaran dan populasi komodo dalam tiga dasawarsa terakhir ini semakin menurun dan keberadaannya semakin terancam, terutama akibat kegiatan perburuan rusa, sebagai mangsa utamanya. Bahkan populasi di Pulau Padar diketahui telah hilang sejak akhir 1990-an, padahal pada awal tahun 1980-an, komodo masih dapat dijumpai di sana. Perhatian dan upaya konservasi spesies ini perlu diberikan secara khusus, karena populasi komodo diambang kepunahan.
Bagi sebagian penduduk di Pulau Komodo, hewan ini dianggap lebih berbahaya terhadap manusia daripada buaya, karena kandungan bakteri pada air liurnya yang dapat menyebabkan infeksi berat.
Biasanya, musim kawin komodo terjadi antara Juni-Juli. Pada Agustus, komodo betina akan menggali sarang berupa gundukan bekas sarang burung Gosong (Megapodius reindwardt) di bukit dan sarang lubang di tanah, untuk menyimpan telurnya yang dapat mencapai 38 butir. Telur komodo biasanya dijaga oleh induknya, namun anak yang baru lahir pada bulan Februari atau Maret tidak dijaga, malah sering dimakan.

Komodo membutuhkan lima tahun untuk tumbuh sampai ukuran dua meter dan dapat terus hidup sampai 30 tahun. Memasuki 4-5 tahun adalah masa awal kematangan komodo secara seksual
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Pada tahun 1910 Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn va Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan naga menyerupai monster di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh salah satu komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Satwa itu kemudian dipotret (didokumentasikan) oleh Peter A Ouwens, Direktur Zoological Museum and Botanical Gardens Bogor, Jawa. Inilah dokumentasi pertama tentang komodo.
Ouwens tertarik dengan temuan satwa aneh tersebut. Ia kemudian merekrut seorang pemburu lihai untuk menangkap spesimen untuknya. Sang pemburu berhasil membunuh dua ekor komodo yang berukuran 3,1 meter dan 3,35 meter, plus menangkap dua anakan, masing-masing berukuran di bawah satu meter.
Berdasarkan tangkapan sang pemburu ini, Ouwens melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa komodo bukanlah naga penyembur api, melainkan termasuk jenis kadal monitor (monitor lizard) di kelas reptilia.
Hasil penelitiannya ini kemudian dipublikasikan pada koran terbitan tahun 1912. Dalam pemberitaan itu, Ouwens memberi saran nama pada kadal raksasa itu Varanus komodoensis sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga Komodo).

Ayam Muda Bercinta (ayam taliwang)

Ayam Taliwang, makanan khas dari Lombok, Nusa Tenggara Barat ini memang cukup terkenal termasuk di Jakarta. Tapi kalau Ayam Muda Bercinta, makanan apa lagi nih?

Ayam Muda Bercinta tak lain merupakan Ayam Taliwang. Ayam Muda Bercinta hanya sekedar nama saja yang diberikan oleh Rumah Makan Dua EM (2M). “Supaya orang tertarik dan jadi penasaran,” kata H. Muhibbin Murad, si pemilik RM. 2M saat dikunjung di rumah makan yang terletak di Jl. Transmigrasi 99 Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rumah Makan 2M sudah sangat terkenal. Tidak saja di Lombok tapi juga orang-orang Jakarta. Wajar saja soalnya RM. 2M sudah berdiri puluan tahun. Banyak pejabat dan artis setiap datang ke Lombok selalu menyempatkan diri untuk istirahat dan bersantap aneka menu khas Lombok.

Selain Ayam Muda Bercinta, tersedia juga plencing kangkung dan ayam plencing. Ciri khas citarasa masakan di sini adalah pedas.

Ayam Muda Bercinta sering juga disebut ayam manis. Soalnya dagingnya terasa sangat manis. Selain menggunakan ayam muda, saat dibakar ayam yang sudah diberi bumbu-bumbu lokal dilumurin dengan sedikit madu. Jadilah rasa agak manis. “Orang kalau sedang jatuh cinta, terasa manis terus. Makanya namanya kami sebut ayam manis,” kata H. Muhibbin sedikit berkelakar. Menikmati ayam Taliwang tak sedap rasanya jika menyantap tanpa nasi hangat dan sambel.. Nikmatnya bukan main!

Disamping ayam manis, Ayam Plencingan juga menarik untuk dicoba. Setiap makanan, memiliki sambel tersendiri untuk menambah greget saat bersantap. Seperti ayam manis, ayam plencingan juga punya sambel khusus yang namanya sambel Beberuk. Sambel ini rasanya sangat pedas hingga ke tenggorokan. Makanya jika mau mengambil sambel beberuk, ambil sedikit saja dulu.

Jika kurang bisa tambah lagi. Sambel Beberuk sendiri didalamnya ada tomat dan terong. Tak ketinggalan pula Lombok (cabe) selalu ada dalam setiap masakan di sana.. Semua bahan diulek bersama terasi, garam serta penyedap khas Lombok. “Makanan di sini kalau tidak pedas bukan Lombok namanya,” ucap H. Muhibbin.
Sebenarnya saya sudah kenyang. Tapi H. Muhibbin menyodorkan satu menu lagi yang namanya Plencing Kangkung untuk dicoba. Tak enak rasanya menolak kebaikan tuan rumah. Beruntung, plencing kangkung porsinya tidak begitu banyak hanya mangkok kecil. Isinya hanya sejumput toge dan kangkung yang direbus.
Isi lainya dari plencing kangkung adalah kelapa muda yang berwarna coklat yang sudah dicampur dengan gula jawa. Ciri khas dari plencing kangkung adalah adanya taburan kacang tanah goreng. Terakhir, bahan-bahan tersebut disiram dengan sambel pelala berwarna merah yang dibuat dari terasi dan tomat. Cara makannya, semua diaduk menjadi satu. Harga seporsi cukup murah hanya Rp 6.000,-

Source:   http://www.restodb.com

Monday, June 13, 2011

Mengakhiri Hari di Uluwatu

Ibarat beravontur dengan indera pengecap, demikian halnya saat bertualang di tempat asing. Setiap rangkaiannya bisa terbagi menjadi pembuka, utama, dan penutup yang berpadu sinergis untuk menjadi mozaik cerita yang tak lekang oleh waktu.

Di Bali, mencari "hidangan" penutup perjalanan mungkin bukan hal sulit. Pulau yang dikelilingi pantai - pantai indah itu menawarkan spot - spot cantik untuk menikmati panorama matahari tenggelam. Salah satu yang spektakuler adalah menikmati sunset dari ketinggian 50 m diatas laut, di Uluwatu. Terletak sekitar 45 menit dari Nusa Dua, di selatan Bali, disinilah tempat yang tepat merasakan hangatnya sinar dan temaram warna senja matahari yang terlihat seolah lebih dekat.Uluwatu memang bukan sekadar tempat bersembahyang bagi umat Hindu. Pura Luhur Uluwatu bisa menjadi singgahan tepat untuk telusur sejarah dan mereguk udara bebas dengan pemandangan laut lepas di kaki tebing. Diperkirakan lokasi ini telah ada sejak abad 11. Tempat tersebut dipilih oleh Pendeta Danghyang Nirarta untuk mencapai moksa, yaitu menyatu dengan Sang Hyang Pencipta alam semesta.
Meski telah beberapa abad berlalu, tak sulit dipilih untuk mengetahui alasan mengapa Uluwatuu dipilih untuk mendirikan pura. Atmosfere ketenangan dan damai terasa disetiap sudutnya sehingga cocok untuk berkontemplasi. Cobalah duduk disalah satu batu yang menghadap langsung ke pantai lepas. Kemudian tajamkan indera peraba, pendengaran, dan penglihatan yang akan segera terbuai oleh harmoni desau angin, celoteh kera dan riak ombak.

Deburan ombak yang menghantam kaki tebing pun menjadi irama yang mengiringi tenggelamnya sang surya diufuk barat. Semburat warna senja yang kemerahan semakin menguatkan sosok batu karang yang begitu kokoh dan menjorok ke luar, seolah tak ingin menyia - nyiakan lukisan alam itu. Setiap hari menjelang terbenampun diselenggarakan Tari Kecak yang menambah magis nan indah tarian tradisional Bali itu.

Sembari menyusuri tiap sudut lingkungan pura yang begitu sejuk oleh pepohonan, polah kera - kera yang lucu akan menemani jejak yang telah dibuat. Namun, sebaiknya tidak membawa barang berharga yang mudah direbut dari tangan anda, karena mereka punya rasa ingin tahu yang besar yang akan mendorong tangan mereka untuk meraihnya.

[Kompas Klasika]

Eksotisme Danau Beratan


Bedugul merupakan suatu kawasan Pariwisata yang terletak pada ketinggian + 1240 m dari permukaan laut. Daerah ini sangat sejuk dengan temperatur rata-rata 180C pada malam hari dan 240C pada siang hari. Denpasar-Bedugul-Alas Kedaton-Tanah Lot merupakan suatu rute perjalanan yang sangat menyenangkan dari Denpasar menuju Bedugul. Bedugul adalah daerah pegunungan yang dingin di mana terdapat sebuah danau (Danau Beratan) dan Pura Ulun Danu. Kita dapat menikmati pemandangan alam yang indah serta tempat rekreasi air dan lain-lain. Dari Bedugul kita menuju obyek wisata Alas Kedaton, dimana terdapat ratusan ekor kera dan kelelawar di hutan yang mengelilingi Pura Alas Kedaton yang dibangun sekitar abad XV Masehi. Setelah itu kita meneruskan perjalanan ke Tanah Lot yang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan seluruh mancanegara. Di Tanah Lot terdapat sebuah pura di tengah laut dan bila matahari akan tenggelam di ujung laut, maka terciptalah suatu pemandangan yang sangat indah.


Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar – Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan tempat ini menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Bratan juga menyediakan beragam pesona dan akomodasi yang memadai.



Eksotisme Danau Beratan akan tampak di dermaga danau tersebut yang terletak di pinggir taman Beratan. Dipinggir danau ini tersedia tempat penyewaan perahu, baik perahu dayung, wisata ataupun kayuh.

Danau Beratan dari pinggir dermaga yang cantik dari kayu, plus kapal-kapal sampan bercadik yang ditambatkan di sisi dermaga. Bagi anda yang suka jeprat jepret jangan lewatkan keindahan panorama alam disini sebagai kenang-kenangan. Banyak sekali sudut pengambilan gambar yang dapat dijadikan alternatif untuk berfoto, mulai dari dermaga, taman, kawasan pura, restoran Ulun Danu, hingga taman rekreasi anak yang menyediakan ayunan dan tempat untuk duduk dan bersantai dari batu.

Di tengah Danau Bratan terdapat sebuah Pura yaitu Pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Kawasan Pura Ulun Danu dan Pura Beratan (dalam satu kawasan) benar-benar tempat yang tertata dengan rapi. Pohon – pohon cemara berjejer rapi, terlebih kawasan dalam Pura yang benar-benar terawat dengan baik.


Random Post